Implementasi Backward Chaining untuk Diagnosis Low Soft Handover Success Rate pada Jaringan WCDMA

Authors

  • Annisa Taufika Firdausi Program Magister Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Sholeh Hadi Pramono Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
  • Erni Yudaningtyas Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.21776/jeeccis.v7i2.226

Abstract

Proses Soft Handover (SHO) sangat diperlukan pada sistem komunikasi Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) yang bertujuan untuk menjamin kontinyuitas komunikasi saat pengguna mengakses layanan dalam keadaan bergerak. Tidak semua proses SHO berhasil dengan sempurna sehingga menyebabkan rendahnya nilai kesuksesan SHO atau Low SHO Success Rate (SHOSR) pada suatu sel. Paper ini merupakan hasil penelitian tentang diagnosis low SHOSR pada jaringan WCDMA dengan menggunakan inferensi backward chaining. Hasil yang didapat adalah aplikasi program yang dapat mendiagnosis penyebab Low SHOSR berdasar kondisi sel dan rekomendasi penanganannya. Software aplikasi ini dimanfaatkan untuk membantu RF engineer pada provider telekomunikasi untuk menentukan apa yang menjadi penyebab timbulnya low SHOSR, sehingga didapat performansi jaringan yang optimal.Kata kunci—WCDMA, sel, SHO, Low SHOSR, Backward Chaining.

Downloads

Published

2014-03-25

How to Cite

[1]
A. T. Firdausi, S. H. Pramono, and E. Yudaningtyas, “Implementasi Backward Chaining untuk Diagnosis Low Soft Handover Success Rate pada Jaringan WCDMA”, jeeccis, vol. 7, no. 2, pp. pp.197–202, Mar. 2014.

Issue

Section

Articles