Knowledge Management System untuk Diagnosis Infeksi Nosokomial

Taufiq Rizaldi, M. Aziz Muslim, Erni Yudaningtyas

Abstract


Diagnosis awal terjadinya infeksi nosokomial merupakan langkah penting untuk pencegahan terjadinya infeksi yang lebih parah. Terbatasnya jumlah tenaga medis ahli untuk penentuan terjadinya infeksi pasca operasi serta kurangnya penyebaran pengetahuan, tingkat pengetahuan tentang infeksi dan penanggulangan yang dimiliki perawat menyebabkan tingkat terjadinya infeksi masih cukup tinggi. Knowledge Management System merupakan sebuah portal dari Knowledge Management yang didalamnya dapat diaplikasikan sebuah organizational intelligence atau kecerdasan organisasional untuk melakukan proses diagnosis terjadinya infeksi. Pada penelitian ini metode Case Base Reasoning diimplementasikan pada Knowledge Management System untuk melakukan proses diagnosis. Metode Case Base Reasoning menggunakan kasus lama untuk mendapatkan hasil diagnosis untuk kasus baru. Hasil dari penelitian ini adalah diagnosis terjadinya infeksi atau tidak yang dihasilkan berdasarkan kemiripan kasus (similarity) dan proses learning yang dilakukan oleh sistem. Hasil validasi yang dilakukan pada sistem menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 96%. Berdasarkan validasi yang ditunjukan oleh Receiver Operator Characteristic (ROC) Curve, sistem memiliki tingkat akurasi sebesar 81,25% dan berada pada area good.

Kata Kunci—Case Base Reasoning, Infeksi Nosokomial, Knowledge Management, Knowledge Management System, organizational intelligence, similarity.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.