Pengaruh Tipe Belitan Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi Satu Fasa

Asfari Hariz Santoso, Rini Nur Hasanah, Hadi Suyono

Abstract


Motor induksi satu fasa banyak digunakan karena konstruksinya yang kokoh, relatif sederhana, mudah dalam perawatan, dan harga yang murah. Konfigurasi atau tipe belitan stator berpengaruh terhadap nilai impedansi motor. Pada penelitian ini dibuat dua tipe belitan atau  konfigurasi yang berbeda. Tipe belitan yang diteliti adalah terbagi-skrup (Mesin A) dan terpusat terdistribusi (Mesin B). Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan tipe belitan yang menghasilkan unjuk kerja motor yang baik. Langkah yang dilakukan adalah mendapatkan beda sudut fasa arus antara kumparan utama dan bantu yang ideal dengan kumparan yang simetri. Beda sudut fasa arus yang ideal adalah sebsesar 90°. Kumparan yang simetri yaitu jumlah kumparan utama dan bantu sama banyaknya. Hal tersebut dapat menghasilkan torsi yang optimum dan arus yang setimbang. Motor yang dirancang dianalisis menggunakan metode elemen berhingga dengan bantuan perangkat lunak FEMM 4.2. Simulasi dilakukan pada keadaan nominal. Kerapatan fluks rata-rata celah udara (Bav) yang didapat dari simulasi digunakan untuk menghitung kapasitas motor. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis daya dan torsi dengan perhitungan parameter dan pengujian berbeban. Hasil simulasi dan pengujian menunjukkan Mesin B memiliki torsi yang lebih tinggi dibanding Mesin A. Faktor yang berpengaruh adalah jumlah komponen harmonisa pada gaya gerak magnet (Magnetomotive force-MMF) dan distribusi medan yang dihasilkan kumparan stator.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.